Hmmm...hujan udah mulai sering turun. Gak seharian sih, tapi tiap hari ada aja gerimis, hujan kecil, hujan numpang lewat...yang cuman turun berbarengan dengan hembusan angin setelah itu brenti dan.....kemudian hujan lagi. Ada juga hujan deras. Tapi, gak lama juga cuman sebentar.
Dua tahun terakhir, berturut-turut setiap awal February (kata temen kantor suami tiap tgl 1 Feb. Karena rumah dia kebanjiran jadi dia ingat banget, hahaha. Ups! Maaf...:p), Jakarta dan sekitarnya banjir besar. Yang rumahnya harus lewat tol Kebon Jeruk terjebak. Hampir gak bisa pulang. Termasuk suamiku yang tahun lalu baru sampe di rumah jam 2 pagi (masih termasuk beruntung kali :)).
Semoga tahun ini gak berulang...
Let's hope and pray, shall we? Oh, tentunya harus ada action juga kali ya: membuang sampah pada tempatnya misalnya. Small action memang, tapi at least kita sudah membantu melakukan sesuatu :).
Ada kutipan dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang uskup anglikan yang aku dapat dari sini:
ketika aku masih kecil dan bebas,
dan imajinasiku tidak ada batasnya, aku
mengimpikan untuk merubah dunia;
ketika aku semakin besar dan semakin bijaksana,
aku sadar bahwa
dunia tak mungkin diubah.
dan aku putuskan untuk mengurangi impianku sedikit dan hanya mengubah negaraku.
tapi itu pun tampaknya tidak mungkin.
ketika aku memasuki usia senja,
dalam suatu upaya terakhir, aku berusaha mengubah keluargaku sendiri,
mereka yang paling dekat denganku, tetapi sayang,
mereka tidak menggubrisku.
dan sekarang menjelang ajal,
aku sadar ( mungkin untuk pertama kalinya ) bahwa
kalau saja aku mengubah diriku dulu,
lalu dengan teladan mungkin aku bisa mempengaruhi keluargaku,
dan dengan dorongan serta dukungan mereka
mungkin aku bisa membuat negaraku menjadi lebih baik, dan siapa tahu,
mungkin aku bisa mengubah dunia.
So, ga masalah kalo kita baru bisa bantu pemerintah dengan membuang sampah pada tempatnya :p. Itu juga udah ngebantu banget kog. Aku percaya impactnya besar, karena dari kesadaran akan hal2 yang kecil akan timbul kesadaran untuk hal2 yang besar. Let's give it a try :p.
Added on 14th Jan: Gak boleh diomongin kali, jadinya udah 2 hari ini hujan mengguyur terus sepanjang hari. Langit tetap terjaga mendung. Banjir sudah bertamu ke Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jatinegara -as always-. Semoga banjir gak menyambangi seJakarta....:).
:: see more gadget at the bottom of the page ::
Monday, January 12, 2009
Friday, January 09, 2009
What A Day!
Aaaarrrggghhh.....!
Rasanya pengen teriak tapi, gak mungkin juga kan teriak2 di kantor orang gitu? Hiks.
Hari ini walopun diawali dengan ngantuk yang amat sangat, karena tiap hari harus bangun jam 5 (urusin tetek bengek suami yang mo berangkat kerja) trus, malemnya gak pernah pules juga. Setiap 2 jam kebangun oleh tangisan Rainer yang minta, "ninum...ninum..." (maksudnya: minum ^^. Air putih pula bukannya susu). Tapi, aku tetap berusaha semangat karena hari ini aku mau ke Kantor Pajak: ambil NPWP, trus ke kantor Kecamatan: update Kartu Keluarga, trus ke Supermall beli Sebamed moisturizer.
Nah, singkat cerita tibalah aku di kantor pajak jam 9.15. Aku langsung ke loket 5 (loket pengambilan NPWP), menyerahkan form Bukti Penerimaan Surat ke bapak2 (yang katanya Bpk Alvian), trus duduk setelah secara sekilas aku liat dia naro form itu ke meja sebelahnya, tempat beberapa anak SMA yang lagi magang bertugas mencari kartu NPWP.
Ada beberapa koran yang disediakan di dekat situ, tapi aku sengaja gak mau baca karena takut gak denger pas nama suamiku dipanggil ntar. Jadi, ya udah, dengan tekun (caelah...) aku merhatiin siswa2 itu yang sedang mencari kartu NPWP sesuai Bukti Penerimaan Form yang di pegang mereka.
Sejam kemudian...
"Lho, nih orang kan yang tadi dateng setelah aku?" pikirku sambil bingung2 gak jelas gitu ketika melihat beberapa orang yang kartunya udah ketemu, dipanggil. Masih berpikir, "oooh...gapapalah, kelewat sama satu dua orang mah." Aku beringsut pindah ke bangku paling depan dan menunggu lagi.
Satu stengah jam kemudian...
Kayaknya ada yang gak beres nih, mendingan aku nanya aja deh ke anak2 SMA itu. Aku maju ke depan setelah ninggalin map hijau punyaku di kursi dengan maksud spy orang lain ngeh: ini kursi masih ada yang dudukkin.
"Mas, mau tanya donk. Kog, nama saya blom dipanggil2 juga ya, pdhal saya liat orang2 yang datang setelah saya udh dipanggilin tuh."
"Nama Ibu siapa?"
"Saya ambil NPWP suami sih, namanya Stanley."
"Oh, kalo S di meja sebelah bu," katanya sambil menunjuk loket 3.
Okay. Aku duduk lagi. Berharap nama suamiku akan segera dipanggil dari meja sebelah. Pas mo duduk, lho...kog, ada yang duduk di kursi yang udah aku tanda'in...(bingung mode on). "Maaf mbak, ini kursi saya," sambil nunjuk map hijau yang dia dudukkin (OMG!). Sabar...sabaaar.....
Menunggu lagi. Kali ini arah mataku kualihkan ke bapak2 yang ada di loket 3, yang katanya megang kartu2 Nomor Pajak dari WP berawalan S. Omaigosh...ini bapak sedang apa? Form yang dipegang dia cuman beberapa lembar, tapi nyarinya lambat banget, lebih lambat dari siput. Ugh! Gemes banget deh. Masa, itu kartu2 yang dibuat beberapa tumpuk dengan ikatan karet, satu persatu karetnya dilepas trus kartunya dia letakkan dimeja, disebar seperti sedang mencari potongan puzzle, trus dirapi'in lagi, dikarettin lagi, yang semuanya seperti dilakukan dengan gerakkan slow motion.
Oh Tuhaaan...Gak tahan lagi. Kayaknya, aku harus ke meja dia nih, make sure form punya suamiku ada disitu atau nggak. Apalagi aku liat, lagi-lagi, orang2 yang baru datang yang dipanggil namanya bukannya aku. Aku jadi punya perasaan gak enak gitu. Feels like something wrong.
"Maaf pak, boleh lihat formnya ga?"
"Mau cari punya siapa?"
"Stanley..."
"(melihat form yang cuman 5 lembar ditangan dia)...gak ada"
Tuuuh kaaan...bener feeling aku. Aku bergeser lagi ke loket 4 tempat anak2 SMA tadi.
"Mas, kog form punya suami saya gak ada disitu," aduku sambil menunjuk meja sebelah. Dia juga keliatan bingung.
"Namanya siapa bu?", tanyanya lagi.
"Stanley."
Waktu dia sedang nyari2 gitu, dateng seorang bapak2 yang namanya Bpk. Jamal, dengan ramah meminta aku sabar menunggu karena katanya kartunya banyak banget, dan mereka juga sedang berusaha menemukan kartu2 itu. Aku bilang, "saya juga dari tadi udah nunggu pak, tapi masalahnya kog nama saya gak dipanggil2 sementara orang2 lain yang datang setelah saya udah dipanggil. Mustinya kartu suami saya udah ada donk, karena kita udah daftar online, udah dapet nomernya. Waktu tgl 30 saya kesini disuruh balik sekarang, artinya kita udah menunggu selama 10 hr Pak, masa belum selesai juga. Katanya satu hari juga selesai. Orang kantor suami saya di Bekasi udah selesai dalam satu hari cuman nunggu satu jam," kataku panjang lebar skalian complain. Masih dengan semangat complain aku bilang lagi, "kalo memang belum siap, mustinya jangan 'ngancam2' akhir tahun kemaren harus udah punya NPWP."
"Oh, itu kan Sunset Policy, Bu," jawab dia dengan sabar.
"Iya, tapi buat kita orang awam yang gak ngerti, kita pikir itu deadline pembuatan NPWP, makanya di internet kan rame Pak, orang2 pada cari info," kataku. Dia senyum2, "oke deh, ntar kita sedang cari di dalam. Mungkin ada didalam," kata Bpk. Jamal.
Si anak SMA itu kemudian kembali lagi, berkata ke Bpk. Jamal, "di belakang gak ada Pak." Waduh! Setelah memberitahukan sekali lagi nama suamiku, mereka kemudian berjongkok (lho?) dan mencari di.....tempat sampah! Alamak! Segitu cerobohnya kah mereka sampe form suamiku bisa masuk kesana?
Ternyata.....benar. Mereka ceroboh. Form suamiku ada disana. Hiks. Kantor Pajak kog gini ya? Enak aja mereka minta2 rakyat bayar pajak tapi, pelayanannya....
Akhirnya aku duduk lagi dan menunggu.
Dua jam kemudian.
"Bu..." panggil Bpk. Jamal.
"Ya Pak," jawabku sambil beranjak ke depan dan berharap TIDAK ADA LAGI masalah.
"Ada fotocopy KTP Bapak gak?"
"Lho, kan udah dilampirkan di form kemaren itu Pak."
"Begini Bu, form Bapak gak ada. Mungkin keselip atau apa, karena form pengajuan NPWP banyak sekali Bu, jadi kalo Ibu bawa fotocopy suami Ibu nanti kita proses lagi."
"......"
Setelah beberapa perbincangan, akhirnya aku menyerah. Pulang dengan tangan kosong dan hati dongkol sambil tak henti2nya berpikir, "kog gini ya?". Gak pengen bilang sial, tapi kog...kayaknya sial banget. Udah form untuk pengambilan NPWP-nya kebuang ke tempat sampah, eh...form pengajuannya gak ada pula.
Dilema: pulang rumah ambil fotocopy KTP suami trus balik lagi urus NPWP, atau ke kantor kecamatan urus KK.
Ah, udah siang, sebentar lagi mereka pasti sholat jumat. So, aku putuskan untuk ke kantor kecamatan aja deh.
Sampai kantor kecamatan, aku langsung ke loket bertuliskan: pengurusan KTP dan KK. Dari depan loket yang dibatasi dengan kaca itu aku bisa melihat ada lima orang di dalam ruangan: dua orang bapak2 yang sedang duduk santai, yang salah satunya kudengar nyeletuk, "itu ada orang" tapi semuanya ignored; Satu Ibu2 sedang sibuk mengetik; Satu Ibu lagi sedang asik ngobrol di henfon; dan Ibu yang satu lagi sedang berhenfonria (mungkin sms). Akhirnya, ibu yang sedang main henfon itu nengok juga dan meladeni. Tapi, bukan karena aku panggil melainkan karena ada lagi orang2 lain yang mulai antri di belakangku.
Ketika aku menyerahkan form pembuatan KK. Dia bilang blanko KK masih kosong, baru ada nanti tgl 20 Jan.
Ya sudahlah. Tanpa banyak tanya aku langsung keluar lagi. Memang seperti inilah kalo ngurus apa2 sendiri. Lebih baik bayar orang. Lebih mahal memang tapi gak makan hati.
Eh,...ada lagi kejadian di Matahari Dept Store, Supermall Karawaci.
Hehe...cerita hari ini jadi panjang bener deh.
Ceritanya dalam rangka ulang tahun yang ke-17 (lupa deh ultahnya siapa, Lippo Village atau Matahari ya?), setiap belanja per kelipatan 50rb, berhak dapat 1 cap di counter Cust Svc Matahari dept store Supermall Karawaci. Program ini khusus untuk penghuni Lippo Village aja. Merasa penghuni, selesai belanja aku ke counter CS minta cap sambil nunjukkin struk belanja. Sebagai bukti aku penghuni si neng customer svc minta KTP aku.
CS: "Maaf Bu, data KTP Ibu gak sesuai. Disini ditulis kelurahan Cibodas bukan Lippo."
Aku: "Wah, mana saya tau mbak, kalo kelurahannya dimana. Itu mah urusan pemerintah. Yang saya tau saya tinggal Lippo Village."
Akhirnya dia manggil supervisornya.
Spv: "Boleh liat KTP-nya Bu? Ini tuh didaerah mana ya? Soalnya diKTP Ibu kelurahan Cibodas ya?"
Aku: "Saya tinggal di Lippo Utara mbak. Yang depan ruko Pinangsia tuh. Tau ruko Gajah Mada gak? Kantor Matahari kan disitu. Atau, tau ruko d'Espana?"
Spv: "Oooh...(sambil mengingat2 gitu), yang belakang gokart itu ya?"
Aku: "Iya bener disitu."
Spv: "Soalnya disini kelurahan Cibodas ya?" (masih keukeuh dg topik kelurahan).
Aku: "Wah...saya mana tau mbak, lokasi rumah saya masuk kelurahan mana. Itu mah urusan pemerintah. Pokoknya saya cuman minta bikin KTP, udah. Yang pasti saya tinggal di Lippo Village. Kalo memang saya gak dianggap penghuni, lha trus slama ini tempat tinggal saya namanya apa donk? Jadi bingung..."
Akhirnya, si supervisor approve kasih cap.
Boleh jujur? Gak tau kenapa, pada saat ngalamin kejadian2 menyebalkan diatas aku gak terlalu kesal. Kesal. Tapi, gak terlalu. Padahal aku termasuk orang yang temperamental kalo mengalami ketidakadilan seperti ini. Mungkin hari ini aku lagi baik. Boleh percaya boleh tidak. Hehe....:p.
Udah ah. Udah jam 19.21. Tulisannya udah panjang bener kayak skripsi ^^.
Have a nice week end ^o^!
God bless...
Rasanya pengen teriak tapi, gak mungkin juga kan teriak2 di kantor orang gitu? Hiks.
Hari ini walopun diawali dengan ngantuk yang amat sangat, karena tiap hari harus bangun jam 5 (urusin tetek bengek suami yang mo berangkat kerja) trus, malemnya gak pernah pules juga. Setiap 2 jam kebangun oleh tangisan Rainer yang minta, "ninum...ninum..." (maksudnya: minum ^^. Air putih pula bukannya susu). Tapi, aku tetap berusaha semangat karena hari ini aku mau ke Kantor Pajak: ambil NPWP, trus ke kantor Kecamatan: update Kartu Keluarga, trus ke Supermall beli Sebamed moisturizer.
Nah, singkat cerita tibalah aku di kantor pajak jam 9.15. Aku langsung ke loket 5 (loket pengambilan NPWP), menyerahkan form Bukti Penerimaan Surat ke bapak2 (yang katanya Bpk Alvian), trus duduk setelah secara sekilas aku liat dia naro form itu ke meja sebelahnya, tempat beberapa anak SMA yang lagi magang bertugas mencari kartu NPWP.
Ada beberapa koran yang disediakan di dekat situ, tapi aku sengaja gak mau baca karena takut gak denger pas nama suamiku dipanggil ntar. Jadi, ya udah, dengan tekun (caelah...) aku merhatiin siswa2 itu yang sedang mencari kartu NPWP sesuai Bukti Penerimaan Form yang di pegang mereka.
Sejam kemudian...
"Lho, nih orang kan yang tadi dateng setelah aku?" pikirku sambil bingung2 gak jelas gitu ketika melihat beberapa orang yang kartunya udah ketemu, dipanggil. Masih berpikir, "oooh...gapapalah, kelewat sama satu dua orang mah." Aku beringsut pindah ke bangku paling depan dan menunggu lagi.
Satu stengah jam kemudian...
Kayaknya ada yang gak beres nih, mendingan aku nanya aja deh ke anak2 SMA itu. Aku maju ke depan setelah ninggalin map hijau punyaku di kursi dengan maksud spy orang lain ngeh: ini kursi masih ada yang dudukkin.
"Mas, mau tanya donk. Kog, nama saya blom dipanggil2 juga ya, pdhal saya liat orang2 yang datang setelah saya udh dipanggilin tuh."
"Nama Ibu siapa?"
"Saya ambil NPWP suami sih, namanya Stanley."
"Oh, kalo S di meja sebelah bu," katanya sambil menunjuk loket 3.
Okay. Aku duduk lagi. Berharap nama suamiku akan segera dipanggil dari meja sebelah. Pas mo duduk, lho...kog, ada yang duduk di kursi yang udah aku tanda'in...(bingung mode on). "Maaf mbak, ini kursi saya," sambil nunjuk map hijau yang dia dudukkin (OMG!). Sabar...sabaaar.....
Menunggu lagi. Kali ini arah mataku kualihkan ke bapak2 yang ada di loket 3, yang katanya megang kartu2 Nomor Pajak dari WP berawalan S. Omaigosh...ini bapak sedang apa? Form yang dipegang dia cuman beberapa lembar, tapi nyarinya lambat banget, lebih lambat dari siput. Ugh! Gemes banget deh. Masa, itu kartu2 yang dibuat beberapa tumpuk dengan ikatan karet, satu persatu karetnya dilepas trus kartunya dia letakkan dimeja, disebar seperti sedang mencari potongan puzzle, trus dirapi'in lagi, dikarettin lagi, yang semuanya seperti dilakukan dengan gerakkan slow motion.
Oh Tuhaaan...Gak tahan lagi. Kayaknya, aku harus ke meja dia nih, make sure form punya suamiku ada disitu atau nggak. Apalagi aku liat, lagi-lagi, orang2 yang baru datang yang dipanggil namanya bukannya aku. Aku jadi punya perasaan gak enak gitu. Feels like something wrong.
"Maaf pak, boleh lihat formnya ga?"
"Mau cari punya siapa?"
"Stanley..."
"(melihat form yang cuman 5 lembar ditangan dia)...gak ada"
Tuuuh kaaan...bener feeling aku. Aku bergeser lagi ke loket 4 tempat anak2 SMA tadi.
"Mas, kog form punya suami saya gak ada disitu," aduku sambil menunjuk meja sebelah. Dia juga keliatan bingung.
"Namanya siapa bu?", tanyanya lagi.
"Stanley."
Waktu dia sedang nyari2 gitu, dateng seorang bapak2 yang namanya Bpk. Jamal, dengan ramah meminta aku sabar menunggu karena katanya kartunya banyak banget, dan mereka juga sedang berusaha menemukan kartu2 itu. Aku bilang, "saya juga dari tadi udah nunggu pak, tapi masalahnya kog nama saya gak dipanggil2 sementara orang2 lain yang datang setelah saya udah dipanggil. Mustinya kartu suami saya udah ada donk, karena kita udah daftar online, udah dapet nomernya. Waktu tgl 30 saya kesini disuruh balik sekarang, artinya kita udah menunggu selama 10 hr Pak, masa belum selesai juga. Katanya satu hari juga selesai. Orang kantor suami saya di Bekasi udah selesai dalam satu hari cuman nunggu satu jam," kataku panjang lebar skalian complain. Masih dengan semangat complain aku bilang lagi, "kalo memang belum siap, mustinya jangan 'ngancam2' akhir tahun kemaren harus udah punya NPWP."
"Oh, itu kan Sunset Policy, Bu," jawab dia dengan sabar.
"Iya, tapi buat kita orang awam yang gak ngerti, kita pikir itu deadline pembuatan NPWP, makanya di internet kan rame Pak, orang2 pada cari info," kataku. Dia senyum2, "oke deh, ntar kita sedang cari di dalam. Mungkin ada didalam," kata Bpk. Jamal.
Si anak SMA itu kemudian kembali lagi, berkata ke Bpk. Jamal, "di belakang gak ada Pak." Waduh! Setelah memberitahukan sekali lagi nama suamiku, mereka kemudian berjongkok (lho?) dan mencari di.....tempat sampah! Alamak! Segitu cerobohnya kah mereka sampe form suamiku bisa masuk kesana?
Ternyata.....benar. Mereka ceroboh. Form suamiku ada disana. Hiks. Kantor Pajak kog gini ya? Enak aja mereka minta2 rakyat bayar pajak tapi, pelayanannya....
Akhirnya aku duduk lagi dan menunggu.
Dua jam kemudian.
"Bu..." panggil Bpk. Jamal.
"Ya Pak," jawabku sambil beranjak ke depan dan berharap TIDAK ADA LAGI masalah.
"Ada fotocopy KTP Bapak gak?"
"Lho, kan udah dilampirkan di form kemaren itu Pak."
"Begini Bu, form Bapak gak ada. Mungkin keselip atau apa, karena form pengajuan NPWP banyak sekali Bu, jadi kalo Ibu bawa fotocopy suami Ibu nanti kita proses lagi."
"......"
Setelah beberapa perbincangan, akhirnya aku menyerah. Pulang dengan tangan kosong dan hati dongkol sambil tak henti2nya berpikir, "kog gini ya?". Gak pengen bilang sial, tapi kog...kayaknya sial banget. Udah form untuk pengambilan NPWP-nya kebuang ke tempat sampah, eh...form pengajuannya gak ada pula.
Dilema: pulang rumah ambil fotocopy KTP suami trus balik lagi urus NPWP, atau ke kantor kecamatan urus KK.
Ah, udah siang, sebentar lagi mereka pasti sholat jumat. So, aku putuskan untuk ke kantor kecamatan aja deh.
Sampai kantor kecamatan, aku langsung ke loket bertuliskan: pengurusan KTP dan KK. Dari depan loket yang dibatasi dengan kaca itu aku bisa melihat ada lima orang di dalam ruangan: dua orang bapak2 yang sedang duduk santai, yang salah satunya kudengar nyeletuk, "itu ada orang" tapi semuanya ignored; Satu Ibu2 sedang sibuk mengetik; Satu Ibu lagi sedang asik ngobrol di henfon; dan Ibu yang satu lagi sedang berhenfonria (mungkin sms). Akhirnya, ibu yang sedang main henfon itu nengok juga dan meladeni. Tapi, bukan karena aku panggil melainkan karena ada lagi orang2 lain yang mulai antri di belakangku.
Ketika aku menyerahkan form pembuatan KK. Dia bilang blanko KK masih kosong, baru ada nanti tgl 20 Jan.
Ya sudahlah. Tanpa banyak tanya aku langsung keluar lagi. Memang seperti inilah kalo ngurus apa2 sendiri. Lebih baik bayar orang. Lebih mahal memang tapi gak makan hati.
Eh,...ada lagi kejadian di Matahari Dept Store, Supermall Karawaci.
Hehe...cerita hari ini jadi panjang bener deh.
Ceritanya dalam rangka ulang tahun yang ke-17 (lupa deh ultahnya siapa, Lippo Village atau Matahari ya?), setiap belanja per kelipatan 50rb, berhak dapat 1 cap di counter Cust Svc Matahari dept store Supermall Karawaci. Program ini khusus untuk penghuni Lippo Village aja. Merasa penghuni, selesai belanja aku ke counter CS minta cap sambil nunjukkin struk belanja. Sebagai bukti aku penghuni si neng customer svc minta KTP aku.
CS: "Maaf Bu, data KTP Ibu gak sesuai. Disini ditulis kelurahan Cibodas bukan Lippo."
Aku: "Wah, mana saya tau mbak, kalo kelurahannya dimana. Itu mah urusan pemerintah. Yang saya tau saya tinggal Lippo Village."
Akhirnya dia manggil supervisornya.
Spv: "Boleh liat KTP-nya Bu? Ini tuh didaerah mana ya? Soalnya diKTP Ibu kelurahan Cibodas ya?"
Aku: "Saya tinggal di Lippo Utara mbak. Yang depan ruko Pinangsia tuh. Tau ruko Gajah Mada gak? Kantor Matahari kan disitu. Atau, tau ruko d'Espana?"
Spv: "Oooh...(sambil mengingat2 gitu), yang belakang gokart itu ya?"
Aku: "Iya bener disitu."
Spv: "Soalnya disini kelurahan Cibodas ya?" (masih keukeuh dg topik kelurahan).
Aku: "Wah...saya mana tau mbak, lokasi rumah saya masuk kelurahan mana. Itu mah urusan pemerintah. Pokoknya saya cuman minta bikin KTP, udah. Yang pasti saya tinggal di Lippo Village. Kalo memang saya gak dianggap penghuni, lha trus slama ini tempat tinggal saya namanya apa donk? Jadi bingung..."
Akhirnya, si supervisor approve kasih cap.
Boleh jujur? Gak tau kenapa, pada saat ngalamin kejadian2 menyebalkan diatas aku gak terlalu kesal. Kesal. Tapi, gak terlalu. Padahal aku termasuk orang yang temperamental kalo mengalami ketidakadilan seperti ini. Mungkin hari ini aku lagi baik. Boleh percaya boleh tidak. Hehe....:p.
Udah ah. Udah jam 19.21. Tulisannya udah panjang bener kayak skripsi ^^.
Have a nice week end ^o^!
God bless...
Thursday, January 08, 2009
Rindu dipijat
Beberapa hari ini badan pegel banget. Sepertinya masuk angin atau kecape'an karena pergi2 terus :p. Tapi untung rasanya agak mendingan, gak seperti dulu. Biasanya kalo badan gak enak gini, kepala pasti ikut2an pusing cekot...cekot...sakiiit banget. Udah gitu, pundak sebelah kiri terasa keras, membengkak (perasaan ku aja kali ya :D) dan sakit seperti sedang manggul sesuatu yang berat. Apalagi kalo udah mo deket my period comes, wuadaw...sakitnya minta ampun! :D
Untunglah mbak yang kerja dirumahku, yang suka sok tau itu (maaf mbak', tapi emang mbak kan gitu yah? Hehehe...:p. Anyway, thanks for advise yang satu ini) sering anjurin aku minum jamu. Aku tau jamu tuh obat tradisional berkhasiat tapi, tetep aja jarang banget minum. Ribet. Supaya ga pahit musti dikasih madu, jeruk nipis, atau gula, wah...buat aku jadi ngerepotin banget. Apalagi, di reportase investigasi pernah ada tayangan jamu2 palsu oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. Yang mengaku 'terpaksa' membuat jamu seperti itu karena keterbatasan modal. Waduh! Mereka nih berbuat curang gitu karena terlalu pinter atau terlalu bodoh sih? Kan, ironis kalo kita minum jamu yang mereka buat/jual berharap untuk sehat tapi, malah jadi sakit, harus dirawat di ICU dan bukan gak mungkin....tebak aja sendiri, masih males ngomong beginian :(. Trus, dengan cara curang begitu, apakah skarang mereka udah bisa punya rumah gedong? Hidup bermewah2? (Koruptor sih iya :p). Sebenarnya sih, kalo udah 'merasa' miskin harta gak harus miskin moral juga, kan? Dan sebenarnya juga mereka bukan orang bodoh, buktinya bisa kreatif meracik bahan2 makanan/jamu. So, kenapa kreativitasnya gak digunakan untuk hal2 yang baik, apalagi tahun 2009 ini pemerintah mencanangkan program Indonesia Kreatif. (Hmmm...mungkin bantuan kita buat orang2 gak mampu bukan lagi hanya makanan, sembako, baju dan pengobatan gratis aja ya, tapi, juga membuat seminar2 pemberdayaan manusia supaya walopun secara materi kurang tapi hati mereka 'kaya', open minded dan wawasan mereka semakin luas. Duuuh, ngomong opo to' aku ini, sok banget deh :). Tapi...aku akan coba masukkin ide ini di program departemen aku. Kebetulan tahun ini di gereja aku, aku ditunjuk jadi ketua Departemen Wanita & Dorkas. Yang salah satu kegiatannya ya itu nyumbang2 gitu :p).
Anyway...:), balik lagi ke topik di awal. Karena bingung mo minum jamu apa. Akhirnya aku iseng minum Kiranti. Praktis, tinggal buka tutup botolnya trus diminum deh. Merasa cocok, aku beli lagi lebih banyak: 30 botol, stock untuk sebulan di Hypermart. Minumnya ganti2an, yang sehat wanita sama yang datang bulan. Mungkin karena minum itu jadi badan aku terasa lebih segar dan lebih sehat. Gak suka pusing lagi. Walopun ternyata bisa pegel2 juga,...tetep :p.
Entah udah keenakkan biasa dipijat (dulu mami sering panggil tukang pijat ke rumah. Papi, kakak, aku dan adik2ku antri minta dipijat juga. Yang gak enak yang giliran terakhir. Mungkin si ibu tukang pijatnya udah cape atau bosen, jadinya pijetannya kurang kena, hahahaha), jadinya baru pegel2 dikit aku udah berpikir untuk manggil tukang pijat. Aku trus ambil telfon cari nomernya Ibu Sari - tukang pijat langganan - dial, and then waiting for the answer. Tuuuuut...tuuuuuut....lho? Kog? Tuutnya panjang? Coba lagi, masih begitu juga. Terpaksa deh hari itu tidur dengan badan masih pegel dan menahan kerinduan untuk disentuh Ibu Sari (halah! apalagi ini...:p).
Besoknya, aku coba menghubungi Ibu Sari lagi. Masih gak bisa. Akhirnya, pikir2, ke salon di deket rumah aja deh. Mungkin creambath dan refleksi bisa menolong.
Eh, salon langganan aku penuh. Sebenarnya bukan penuh sih, tapi tenaga kerjanya kurang. Cuman 4. Satu gak masuk, satu sedang handle customer, satunya lagi cuman bisa gunting sama cuci blow doang, dan yang terakhir khusus refleksi. Refleksi disitu enak, tapi karena pengen skalian creambath akhirnya, aku ke salon lain di dekat situ juga. Yaah...(mengeluh lagi :p), creambathnya kurang gud. Refleksinya juga ga enak. Sakit. Pas selese, perasaan juga masih letih lesu gitu. Akhirnya, bayar bon tanpa ninggalin tip (aduuuh, maaf ya mbak, mas...gak enak sih. Sekali2 boleh donk ya cuek gak kasih tip :p).
Itu kejadian hari Senin. Hari ini, Kamis, aku coba hubungi Ibu Sari lagi (keukeuh yaa pengen dipijat dia :). Mahal sih, tapi enak. Gak bikin sakit. Kan ada tuh, tukang pijat yang selesai pijat, badan/kaki kita malah jadi sakit). Wah, puji Tuhan! Telfonnya masuk. Ada nada panggil seperti biasa.
Aku : "Hallo...Ibu Sari ya...".
Ibu Sari : "Iya."
Aku : "Waah...susah bener sih dihubungin. Lagi pulang kampung ya?"
Ibu Sari : "Aduh, maaf bu. Memang kemaren dulu saya pulang kampung. Sekarang, saya udah di rumah baru pulang mijet."
Aku : "Bisa ke rumah gak?"
Ibu Sari : "Bisa bu. Ntar aja abis makan siang ya..."
Aku liat jam udah jam stengah 12. Ya udah deh, aku juga jadi punya kesempatan untuk makan dan nyuapin Ryan.
Jam stengah 1 Ibu Sari dateng.
Aih,...nikmatnya dipijet pas badan lagi pegel gini. Agak sakit di kaki kiri, tapi pas aku ingat2 emang itu kaki udah berasa sakit sehari setelah ke Dufan kemaren. Kata Ibu Sari, "ini ototnya melintir. Makanya keras nih di bagian sini." Ooh, iya deh. Atur ajalah, yang penting setelahnya otot2 pada lurus dan lentur dan gak rasa pegel lagi :p.
So, here I am bisa nulis postingan. Tapi, sekarang mo udahan dulu. Mo temenin Ryan bikin pe-er liburan yang 2 buku itu. Bayangin! Masih TK tapi pe-ernya bejibun gitu. Tapi, gapapalah. Jadinya bisa skalian latihan buat tes akademis dan tes IQ sebagai persyaratan masuk SD. Testnya tgl 15 besok lho...
Semoga semua berjalan lancar dan sukses.
God bless...
Untunglah mbak yang kerja dirumahku, yang suka sok tau itu (maaf mbak', tapi emang mbak kan gitu yah? Hehehe...:p. Anyway, thanks for advise yang satu ini) sering anjurin aku minum jamu. Aku tau jamu tuh obat tradisional berkhasiat tapi, tetep aja jarang banget minum. Ribet. Supaya ga pahit musti dikasih madu, jeruk nipis, atau gula, wah...buat aku jadi ngerepotin banget. Apalagi, di reportase investigasi pernah ada tayangan jamu2 palsu oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab. Yang mengaku 'terpaksa' membuat jamu seperti itu karena keterbatasan modal. Waduh! Mereka nih berbuat curang gitu karena terlalu pinter atau terlalu bodoh sih? Kan, ironis kalo kita minum jamu yang mereka buat/jual berharap untuk sehat tapi, malah jadi sakit, harus dirawat di ICU dan bukan gak mungkin....tebak aja sendiri, masih males ngomong beginian :(. Trus, dengan cara curang begitu, apakah skarang mereka udah bisa punya rumah gedong? Hidup bermewah2? (Koruptor sih iya :p). Sebenarnya sih, kalo udah 'merasa' miskin harta gak harus miskin moral juga, kan? Dan sebenarnya juga mereka bukan orang bodoh, buktinya bisa kreatif meracik bahan2 makanan/jamu. So, kenapa kreativitasnya gak digunakan untuk hal2 yang baik, apalagi tahun 2009 ini pemerintah mencanangkan program Indonesia Kreatif. (Hmmm...mungkin bantuan kita buat orang2 gak mampu bukan lagi hanya makanan, sembako, baju dan pengobatan gratis aja ya, tapi, juga membuat seminar2 pemberdayaan manusia supaya walopun secara materi kurang tapi hati mereka 'kaya', open minded dan wawasan mereka semakin luas. Duuuh, ngomong opo to' aku ini, sok banget deh :). Tapi...aku akan coba masukkin ide ini di program departemen aku. Kebetulan tahun ini di gereja aku, aku ditunjuk jadi ketua Departemen Wanita & Dorkas. Yang salah satu kegiatannya ya itu nyumbang2 gitu :p).
Anyway...:), balik lagi ke topik di awal. Karena bingung mo minum jamu apa. Akhirnya aku iseng minum Kiranti. Praktis, tinggal buka tutup botolnya trus diminum deh. Merasa cocok, aku beli lagi lebih banyak: 30 botol, stock untuk sebulan di Hypermart. Minumnya ganti2an, yang sehat wanita sama yang datang bulan. Mungkin karena minum itu jadi badan aku terasa lebih segar dan lebih sehat. Gak suka pusing lagi. Walopun ternyata bisa pegel2 juga,...tetep :p.
Entah udah keenakkan biasa dipijat (dulu mami sering panggil tukang pijat ke rumah. Papi, kakak, aku dan adik2ku antri minta dipijat juga. Yang gak enak yang giliran terakhir. Mungkin si ibu tukang pijatnya udah cape atau bosen, jadinya pijetannya kurang kena, hahahaha), jadinya baru pegel2 dikit aku udah berpikir untuk manggil tukang pijat. Aku trus ambil telfon cari nomernya Ibu Sari - tukang pijat langganan - dial, and then waiting for the answer. Tuuuuut...tuuuuuut....lho? Kog? Tuutnya panjang? Coba lagi, masih begitu juga. Terpaksa deh hari itu tidur dengan badan masih pegel dan menahan kerinduan untuk disentuh Ibu Sari (halah! apalagi ini...:p).
Besoknya, aku coba menghubungi Ibu Sari lagi. Masih gak bisa. Akhirnya, pikir2, ke salon di deket rumah aja deh. Mungkin creambath dan refleksi bisa menolong.
Eh, salon langganan aku penuh. Sebenarnya bukan penuh sih, tapi tenaga kerjanya kurang. Cuman 4. Satu gak masuk, satu sedang handle customer, satunya lagi cuman bisa gunting sama cuci blow doang, dan yang terakhir khusus refleksi. Refleksi disitu enak, tapi karena pengen skalian creambath akhirnya, aku ke salon lain di dekat situ juga. Yaah...(mengeluh lagi :p), creambathnya kurang gud. Refleksinya juga ga enak. Sakit. Pas selese, perasaan juga masih letih lesu gitu. Akhirnya, bayar bon tanpa ninggalin tip (aduuuh, maaf ya mbak, mas...gak enak sih. Sekali2 boleh donk ya cuek gak kasih tip :p).
Itu kejadian hari Senin. Hari ini, Kamis, aku coba hubungi Ibu Sari lagi (keukeuh yaa pengen dipijat dia :). Mahal sih, tapi enak. Gak bikin sakit. Kan ada tuh, tukang pijat yang selesai pijat, badan/kaki kita malah jadi sakit). Wah, puji Tuhan! Telfonnya masuk. Ada nada panggil seperti biasa.
Aku : "Hallo...Ibu Sari ya...".
Ibu Sari : "Iya."
Aku : "Waah...susah bener sih dihubungin. Lagi pulang kampung ya?"
Ibu Sari : "Aduh, maaf bu. Memang kemaren dulu saya pulang kampung. Sekarang, saya udah di rumah baru pulang mijet."
Aku : "Bisa ke rumah gak?"
Ibu Sari : "Bisa bu. Ntar aja abis makan siang ya..."
Aku liat jam udah jam stengah 12. Ya udah deh, aku juga jadi punya kesempatan untuk makan dan nyuapin Ryan.
Jam stengah 1 Ibu Sari dateng.
Aih,...nikmatnya dipijet pas badan lagi pegel gini. Agak sakit di kaki kiri, tapi pas aku ingat2 emang itu kaki udah berasa sakit sehari setelah ke Dufan kemaren. Kata Ibu Sari, "ini ototnya melintir. Makanya keras nih di bagian sini." Ooh, iya deh. Atur ajalah, yang penting setelahnya otot2 pada lurus dan lentur dan gak rasa pegel lagi :p.
So, here I am bisa nulis postingan. Tapi, sekarang mo udahan dulu. Mo temenin Ryan bikin pe-er liburan yang 2 buku itu. Bayangin! Masih TK tapi pe-ernya bejibun gitu. Tapi, gapapalah. Jadinya bisa skalian latihan buat tes akademis dan tes IQ sebagai persyaratan masuk SD. Testnya tgl 15 besok lho...
Semoga semua berjalan lancar dan sukses.
God bless...
Tuesday, January 06, 2009
Kecape'an banyak pembeli?
Tadi baca2 www.ngupingjakarta.blogspot.com (hihihi...asli, lucu banget!) jadi inget juga pengalaman suamiku waktu ke Bandung and mampir bli oleh2 di Kartika Sari, Dago.
Suami: "Mba', mau ini donk Banana Roll 2".
Pegawai KS: "Oh, ini pisang roll."
Suami: "...??"
Hahahaha....Sama aja kali mbak....:D
Suami: "Mba', mau ini donk Banana Roll 2".
Pegawai KS: "Oh, ini pisang roll."
Suami: "...??"
Hahahaha....Sama aja kali mbak....:D
Monday, January 05, 2009
Resolusi
Biasanya, awal tahun gini salah satu topik yang rame dibicara'in orang2 adl: Resolusi.
Resolusi 2009: kecilin perut. "Kalo elo perut segitu dibilang gede, gimana gue?" jerit Friska tetangga sebelah. Hahaha :D! (Btw, masih blom sempet ngunyah buah dan diet nasi. Soalnya, masih ada sisa ayam buluh, dan ikan Marlin rica2. Sayang...kalo ga diabisin, soalnya enak banget, hahahaha!).
Yang pasti selain rencana dan keinginan yang buaaanyak itu (boleh donk :p), aku juga pengen melakukan apa2 tuh dengan baik, dengan tulus, komit dan harus selesai sampe akhir!. Kebiasaan tahun2 sebelumnya semangat melakukan sesuatu cuman di semester pertama (jan-jun) doang, lewat itu udah musti di inget2in, bahkan sering kebablasan aja ga selesai sampe akhir tahun :p. Mungkin karena aku TIDAK:
- Mempertahankan Fokus,
Beda'in lho ya, fokus BUKAN pada apa yang kita ga punya tapi fokus pada rencananya.
- Mempertahankan Komitmen,
Seperti janji yang adalah hutang, komitmen juga sifatnya mengikat. Sekali berkomitmen kita harus berusaha keras untuk menepatinya.
- Mempertahankan Disiplin,
Menurut aku ngatur keuangan keluarga adalah salah satu hal yang butuh kedisiplinan. Biasa kan perempuan kalo udah di mall, liat sepatu keren diskon pula, (halah,hehehe...) jadinya pos pengeluaran lain2 alias pengeluaran tak terduga jadi pos yang membutuhkan budget terbanyak. "Komit yaa blanja yang perlu aja supaya tabungannya tambah banyak bukannya menyusut terus tiap kali cek saldo, hiks. Hahaha!"
- Mempertahankan Ketekunan,
Boro-boro bikin cerber atau novel, bikin cerpen aja ga pernah selesai! Tiap kali sedang menulis satu cerita trus kepikiran ide yang lain, cerita yang pertama ditinggal buat bikin cerita kedua. Begitu aja terus, sampe cerita ketiga, keempat. Akhirnya punya banyak cerita tapi ga satupun yang ketahuan endingnya gimana alias ga pernah selesai, hahaha! -- Eh, mungkin ini lebih tepat utk contoh ga fokus ya...hehehe :). Oke, jadi gini, contoh ga tekun tuh, misalnya saat aku lg ngerjain satu cerita, taunya rasa males and rasa bosan mampir. Kebetulan ide cerita lanjutannya lagi mentok, ya udah ditinggal dulu. Yang rencana awalnya cuman ditinggal bentar jadi keterusan deh, ditinggal selamanya, hahahaha...:D
Karena kebiasaan jelek diatas, jadinya aku sering tertatih2 memfollow-up resolusi aku. Pas buka diary liat resolusi tahun kemaren, ternyata ga ada satupun yang tercapai...lagi :( (Walo...ternyata...banyak juga surprisesnya ^^).
Walo begitu tetap bersyukur aja sambil berusaha untuk lebih baik lagi di tahun yang akan datang. Nice quote i got fm an email (emang agak ga nyambung dg topik skarang, tp bagus juga buat ngingetin kita untuk bersyukur: "When we are busy focusing on what we don't have, we don't pay attention to what we do have".
Moga2 tahun ini kita bisa deh mewujudkan mimpi menjadi kenyataan ^-^. Caiyo!
Resolusi 2009: kecilin perut. "Kalo elo perut segitu dibilang gede, gimana gue?" jerit Friska tetangga sebelah. Hahaha :D! (Btw, masih blom sempet ngunyah buah dan diet nasi. Soalnya, masih ada sisa ayam buluh, dan ikan Marlin rica2. Sayang...kalo ga diabisin, soalnya enak banget, hahahaha!).
Yang pasti selain rencana dan keinginan yang buaaanyak itu (boleh donk :p), aku juga pengen melakukan apa2 tuh dengan baik, dengan tulus, komit dan harus selesai sampe akhir!. Kebiasaan tahun2 sebelumnya semangat melakukan sesuatu cuman di semester pertama (jan-jun) doang, lewat itu udah musti di inget2in, bahkan sering kebablasan aja ga selesai sampe akhir tahun :p. Mungkin karena aku TIDAK:
- Mempertahankan Fokus,
Beda'in lho ya, fokus BUKAN pada apa yang kita ga punya tapi fokus pada rencananya.
- Mempertahankan Komitmen,
Seperti janji yang adalah hutang, komitmen juga sifatnya mengikat. Sekali berkomitmen kita harus berusaha keras untuk menepatinya.
- Mempertahankan Disiplin,
Menurut aku ngatur keuangan keluarga adalah salah satu hal yang butuh kedisiplinan. Biasa kan perempuan kalo udah di mall, liat sepatu keren diskon pula, (halah,hehehe...) jadinya pos pengeluaran lain2 alias pengeluaran tak terduga jadi pos yang membutuhkan budget terbanyak. "Komit yaa blanja yang perlu aja supaya tabungannya tambah banyak bukannya menyusut terus tiap kali cek saldo, hiks. Hahaha!"
- Mempertahankan Ketekunan,
Boro-boro bikin cerber atau novel, bikin cerpen aja ga pernah selesai! Tiap kali sedang menulis satu cerita trus kepikiran ide yang lain, cerita yang pertama ditinggal buat bikin cerita kedua. Begitu aja terus, sampe cerita ketiga, keempat. Akhirnya punya banyak cerita tapi ga satupun yang ketahuan endingnya gimana alias ga pernah selesai, hahaha! -- Eh, mungkin ini lebih tepat utk contoh ga fokus ya...hehehe :). Oke, jadi gini, contoh ga tekun tuh, misalnya saat aku lg ngerjain satu cerita, taunya rasa males and rasa bosan mampir. Kebetulan ide cerita lanjutannya lagi mentok, ya udah ditinggal dulu. Yang rencana awalnya cuman ditinggal bentar jadi keterusan deh, ditinggal selamanya, hahahaha...:D
Karena kebiasaan jelek diatas, jadinya aku sering tertatih2 memfollow-up resolusi aku. Pas buka diary liat resolusi tahun kemaren, ternyata ga ada satupun yang tercapai...lagi :( (Walo...ternyata...banyak juga surprisesnya ^^).
Walo begitu tetap bersyukur aja sambil berusaha untuk lebih baik lagi di tahun yang akan datang. Nice quote i got fm an email (emang agak ga nyambung dg topik skarang, tp bagus juga buat ngingetin kita untuk bersyukur: "When we are busy focusing on what we don't have, we don't pay attention to what we do have".
Moga2 tahun ini kita bisa deh mewujudkan mimpi menjadi kenyataan ^-^. Caiyo!
Sunday, January 04, 2009
Ngapa'in Aja?
What's happening this week:
- 1st Jan: Billy and fam came to visit. Cuman mereka yang kalo ke Jakarta pasti mampir ke rumahku di Tangerang..:). Tx guys! That's really highly appreciated.
- 2nd Jan: To Dufan. Tiket masuk Rp 120rb/org mulai dari usia 2th ke atas. Tp, sama seperti kunjungan2 sebelumnya, aku 'ngalah' ga ngerasain serunya naik wahana favorit aku such as Kora2 dan Niagara - t'akhir th '97 -,.....Halilintar - t'akhir th 2002 -, dan yang terbaru yang blom pernah dijajal: Tornado :). Males antrinya, kasian anak2 harus nunggu kelamaan. Kalo Arung Jeram, anak2 masih berani, tapi berhubung yang antri panjangnya bukan kepalang, jadinya batal deh. Mungkin aku harus pergi sendiri...nanti...lain kali, sama temen2. Ga pake bawa anak2, hehehe :p.
- 3rd Jan: Have lunch @ Beautika, Abd. Muis. Enak, tp eneg liat pelayannya. Hampir semua kayak ga niat kerja gitu. Yang ramah yang jaga di pintu doang, kali emang itu tugas dia buat welcome and say thanks sama tamu yang makan disitu :).
Today:
Melayat ke rumah duka Husada -- Ke mami mertua, skalian nunggu kaka datang -- Ke psr baru -- Ke Grisvian Hewis anter adik ipar yang mo pesen jas buat merit. Skalian aku minta Gris bikinin satu stel jas buat Ryan yang modelnya disama'in dengan yang buat suami. Berhubung kenal dikasih disc 50% buat anak2. Lumayan jadi cuman 750rb :).
Pulangnya, mampir bli buah @ Total Buah Segar di Rest Area Serpong. Sengaja bli banyakan karena mulai besok pengen coba tips kecilin perut dari Grisvian, hehe..:p.
Tipsnya simple (walopun prakteknya mungkin ga se-simple itu :p): cuman makan buah (any kind, kecuali Durian dan mangga) setiap Senin and Selasa minggu pertama dan ketiga. Slain hari2 itu boleh makan nasi dan lauk pauk dengan porsi suka2.
Masa seeeh?
Hehehe...Aku juga sampai detik ini masih percaya gak percaya. Tapi, melihat perut Grisvian yang emang rata banget, yang katanya dijaga hanya dengan makan buah tanpa exercise perut, aku jadi pengen nyoba juga :p. Pengen bukti'in.
Doa'in kuat yaaa...:p.
Doa'in berhasil...! :D.
- 1st Jan: Billy and fam came to visit. Cuman mereka yang kalo ke Jakarta pasti mampir ke rumahku di Tangerang..:). Tx guys! That's really highly appreciated.
- 2nd Jan: To Dufan. Tiket masuk Rp 120rb/org mulai dari usia 2th ke atas. Tp, sama seperti kunjungan2 sebelumnya, aku 'ngalah' ga ngerasain serunya naik wahana favorit aku such as Kora2 dan Niagara - t'akhir th '97 -,.....Halilintar - t'akhir th 2002 -, dan yang terbaru yang blom pernah dijajal: Tornado :). Males antrinya, kasian anak2 harus nunggu kelamaan. Kalo Arung Jeram, anak2 masih berani, tapi berhubung yang antri panjangnya bukan kepalang, jadinya batal deh. Mungkin aku harus pergi sendiri...nanti...lain kali, sama temen2. Ga pake bawa anak2, hehehe :p.
- 3rd Jan: Have lunch @ Beautika, Abd. Muis. Enak, tp eneg liat pelayannya. Hampir semua kayak ga niat kerja gitu. Yang ramah yang jaga di pintu doang, kali emang itu tugas dia buat welcome and say thanks sama tamu yang makan disitu :).
Today:
Melayat ke rumah duka Husada -- Ke mami mertua, skalian nunggu kaka datang -- Ke psr baru -- Ke Grisvian Hewis anter adik ipar yang mo pesen jas buat merit. Skalian aku minta Gris bikinin satu stel jas buat Ryan yang modelnya disama'in dengan yang buat suami. Berhubung kenal dikasih disc 50% buat anak2. Lumayan jadi cuman 750rb :).
Pulangnya, mampir bli buah @ Total Buah Segar di Rest Area Serpong. Sengaja bli banyakan karena mulai besok pengen coba tips kecilin perut dari Grisvian, hehe..:p.
Tipsnya simple (walopun prakteknya mungkin ga se-simple itu :p): cuman makan buah (any kind, kecuali Durian dan mangga) setiap Senin and Selasa minggu pertama dan ketiga. Slain hari2 itu boleh makan nasi dan lauk pauk dengan porsi suka2.
Masa seeeh?
Hehehe...Aku juga sampai detik ini masih percaya gak percaya. Tapi, melihat perut Grisvian yang emang rata banget, yang katanya dijaga hanya dengan makan buah tanpa exercise perut, aku jadi pengen nyoba juga :p. Pengen bukti'in.
Doa'in kuat yaaa...:p.
Doa'in berhasil...! :D.
Wednesday, December 31, 2008
Happy New Year 2009!
Ga terasa udah nyampe di penghujung tahun lagi :).
Dulu, waktu kecil waktu rasanya lamaaa bangeeet. Buat aku yang Nasrani, bulan Desember menjadi bulan yang ditunggu2, karena itu berarti Natal dan Tahun Baru. Dan itu artinya, baju baru, sepatu baru, kue2 kering aneka rasa buatan mami - yang ga pernah bosen untuk dimakan, yang baru keluar dari oven aja udah jadi rebutan, haha - dan juga,...tamu.
Iya, kalo hari Natal dan Tahun Baru, di rumah banyak tamu. Ga mandang lo dari suku mana, agama apa. Semua datang. Aku dan saudara2ku, yang masih kecil2 seneng banget kalo kedatangan tamu, karena biasanya para tamu bawa anak2 mereka juga, jadi kita bisa punya teman baru dan main sepuasnya.
Saat itu langit penuh dengan senyum, gelak tawa, dan canda. Atmospherenya terasa beda. Damaiii...banget :).
Sekarang semua beda. Keadaan ga seperti dulu lagi. Orang2 ngeributin kecemburuan sosial, SARA. Ga ada lagi silahturahmi. Ga ada lagi kebersamaan.
Apakah tahun depan akan lebih baik? Ga tau juga. Karena setiap pergantian tahun memang ada perubahan dan keadaan baru yang kita ga tau pasti, ya kan?!
Hhhh...ternyata momen pergantian tahun itu ga selalu menyenangkan juga ya, karena ada (sedikit) rasa gelisah, (sedikit) rasa khawatir, (sedikit) rasa takut akibat ketidaktahuan akan masa yang akan datang...:p
Biar ga terlalu mikirin kekhawatiran2 yg ga jelas, so why not:
- we being around the family,
- pray to God, and
- blow the trumpet...teeet....teeet....teeet! :D
Happy New Year and Best Wishes for a Bright and Prosperous New Year 2009!
God Bless You All...
Dulu, waktu kecil waktu rasanya lamaaa bangeeet. Buat aku yang Nasrani, bulan Desember menjadi bulan yang ditunggu2, karena itu berarti Natal dan Tahun Baru. Dan itu artinya, baju baru, sepatu baru, kue2 kering aneka rasa buatan mami - yang ga pernah bosen untuk dimakan, yang baru keluar dari oven aja udah jadi rebutan, haha - dan juga,...tamu.
Iya, kalo hari Natal dan Tahun Baru, di rumah banyak tamu. Ga mandang lo dari suku mana, agama apa. Semua datang. Aku dan saudara2ku, yang masih kecil2 seneng banget kalo kedatangan tamu, karena biasanya para tamu bawa anak2 mereka juga, jadi kita bisa punya teman baru dan main sepuasnya.
Saat itu langit penuh dengan senyum, gelak tawa, dan canda. Atmospherenya terasa beda. Damaiii...banget :).
Sekarang semua beda. Keadaan ga seperti dulu lagi. Orang2 ngeributin kecemburuan sosial, SARA. Ga ada lagi silahturahmi. Ga ada lagi kebersamaan.
Apakah tahun depan akan lebih baik? Ga tau juga. Karena setiap pergantian tahun memang ada perubahan dan keadaan baru yang kita ga tau pasti, ya kan?!
Hhhh...ternyata momen pergantian tahun itu ga selalu menyenangkan juga ya, karena ada (sedikit) rasa gelisah, (sedikit) rasa khawatir, (sedikit) rasa takut akibat ketidaktahuan akan masa yang akan datang...:p
Biar ga terlalu mikirin kekhawatiran2 yg ga jelas, so why not:
- we being around the family,
- pray to God, and
- blow the trumpet...teeet....teeet....teeet! :D
Happy New Year and Best Wishes for a Bright and Prosperous New Year 2009!
God Bless You All...
Tuesday, December 30, 2008
NPWP
Tadi ke KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Jl. Imam Bonjol, Tangerang, buat bikin NPWP suami.
Rame banget.
Untung, udah daftar online ke websitenya Ditjen Pajak, www.pajak.go.id. Jadi, tinggal masukkin form trus tunggu dipanggil deh.
Ternyata, bikin NPWP harus di KPP yang terdekat dengan kelurahan / kecamatan yang tertera di KTP kita. Kirain bisa dimana aja, taunya engga. Banyak juga tadi yang dioper ke KPP lain. Untung juga deh, jdnya gak terlalu lama antri :p.
Tapi, prosesnya emang gak ribet juga sih. Petugasnya cuman manggil nama WP trus dikasih Bukti Penerimaan Surat, trus udah, katanya, "balik lagi tanggal 9 ya..(buat ambil NPWP-nya)."
Lega. Kira'in bakal nunggu seharian disitu :p. "Supermall, I'm coming...!"
Rame banget.
Untung, udah daftar online ke websitenya Ditjen Pajak, www.pajak.go.id. Jadi, tinggal masukkin form trus tunggu dipanggil deh.
Ternyata, bikin NPWP harus di KPP yang terdekat dengan kelurahan / kecamatan yang tertera di KTP kita. Kirain bisa dimana aja, taunya engga. Banyak juga tadi yang dioper ke KPP lain. Untung juga deh, jdnya gak terlalu lama antri :p.
Tapi, prosesnya emang gak ribet juga sih. Petugasnya cuman manggil nama WP trus dikasih Bukti Penerimaan Surat, trus udah, katanya, "balik lagi tanggal 9 ya..(buat ambil NPWP-nya)."
Lega. Kira'in bakal nunggu seharian disitu :p. "Supermall, I'm coming...!"
Monday, December 29, 2008
Jalan Yuuk...
Hari Senin. Libur pula. Enaknya kemana ya?
Jadi bingung krn tadinya suami mo ke Singapore 4 hr smpe tgl 30. Tapi, krn Ibu Dora Sigar (ibunya Pak Hashim, bos suami) yang emang udh sakit2an dan dirawat di Singapore, meninggal, jadinya acara kantor mereka berubah juga deh. Instead of mempersiapkan acara Natal di Singapore jadi mempersiapkan acara duka di Jakarta :(.
So, here we are, bengong2 ga tau mo kemana, hehe...Soalnya, aku berdua suami bukan type yang suka bawa anak2 tanpa planning :p.
Kalo ke Dufan...pasti rame. Males antrinya. Tahun lalu kita sampe musti ambil nomor dulu setiap kali mo main wahana favorit, such as Kora-kora, Halilintar, Giant Wheel...Reseh banget kan...
Ke Seaworld...udah sering. Lagian, pasti rame juga (ya iyalah...namanya juga lagi holiday season :p).
Ke Taman Safari...pasti macet. Macetnya tolong tolong deh!
Ke Carita...kemaren udah diajak, tapi ga bisa pergi. Mbak libur dan aku lagi sakit mata. Tepatnya mata kiri bagian ujung dalam. Rasanya nyut...nyut...nyut smpe ke kening. Untung kata dokter di Siloam Hospital, gpp. Syukur deh. Trauma banget kalo udah menyangkut mata. Drpd kenapa2 mending periksa kan. Kata suami, "Ngeblog mulu sih! Kelamaan depan komputer!" Hahahaha...ngomel dia :D.
Ke Mall...waduuuh, pilihan terakhir kali ya...Hahaha.
Ke The Jungle...mauuu, soalnya blom pernah jd pengen tau, walopun ada yang bilang 'biasa ajah'. Tapi, ntar aja kali yaaa after New Year. Rencananya mo sekalian nginep di Rumah Jambu Luwuk. Moga2 ga fully booked :p.
Kemana lagi donk...?
Ya..., mo kemana aja juga sebenarnya bisa sih,...asal niat, hehehe...:p
"Ryan...! Jadinya, kita mo jalan2 kemana nih???"
Jadi bingung krn tadinya suami mo ke Singapore 4 hr smpe tgl 30. Tapi, krn Ibu Dora Sigar (ibunya Pak Hashim, bos suami) yang emang udh sakit2an dan dirawat di Singapore, meninggal, jadinya acara kantor mereka berubah juga deh. Instead of mempersiapkan acara Natal di Singapore jadi mempersiapkan acara duka di Jakarta :(.
So, here we are, bengong2 ga tau mo kemana, hehe...Soalnya, aku berdua suami bukan type yang suka bawa anak2 tanpa planning :p.
Kalo ke Dufan...pasti rame. Males antrinya. Tahun lalu kita sampe musti ambil nomor dulu setiap kali mo main wahana favorit, such as Kora-kora, Halilintar, Giant Wheel...Reseh banget kan...
Ke Seaworld...udah sering. Lagian, pasti rame juga (ya iyalah...namanya juga lagi holiday season :p).
Ke Taman Safari...pasti macet. Macetnya tolong tolong deh!
Ke Carita...kemaren udah diajak, tapi ga bisa pergi. Mbak libur dan aku lagi sakit mata. Tepatnya mata kiri bagian ujung dalam. Rasanya nyut...nyut...nyut smpe ke kening. Untung kata dokter di Siloam Hospital, gpp. Syukur deh. Trauma banget kalo udah menyangkut mata. Drpd kenapa2 mending periksa kan. Kata suami, "Ngeblog mulu sih! Kelamaan depan komputer!" Hahahaha...ngomel dia :D.
Ke Mall...waduuuh, pilihan terakhir kali ya...Hahaha.
Ke The Jungle...mauuu, soalnya blom pernah jd pengen tau, walopun ada yang bilang 'biasa ajah'. Tapi, ntar aja kali yaaa after New Year. Rencananya mo sekalian nginep di Rumah Jambu Luwuk. Moga2 ga fully booked :p.
Kemana lagi donk...?
Ya..., mo kemana aja juga sebenarnya bisa sih,...asal niat, hehehe...:p
"Ryan...! Jadinya, kita mo jalan2 kemana nih???"
Bunga tidur
Sabtu malam kemaren mimpi: tiba2 langit gelap. Ada cahaya terang, tapi sepertinya api. Suasana hiruk pikuk dengan hamburan orang2 yang berlarian keluar rumah dan teriakan yang sahut menyahut. Aku dan suamiku pun begitu, berlari keluar rumah sambil masing2 menggendong satu anak (aku lupa gendong siapa). Mbak juga ikut kabur sama kita, "Bu, bawa susu ga?" Duuuh...ga bisa mikir mbak...Eh, sempet juga sih kepikiran ntar anak2ku makan apa ya?. Aku jawab, "Iya, bawa donk." Terus...kepikiran lagi, gimana kalo airnya habis, mo minta kemana? :P (hehe, maklum emak-emak...:D)
Aku pikir ini kiamat. Sempet terlintas di pikiranku, "Wah, akhirnya ketemu mami...papi."
Seneng sih. Tapi, saat itu yang terasa lebih banyak tegangnya dan takuuut.
"Honey...kamu ngigo ya?" tanya suamiku ketika aku terbangun. "Iya kali," jawabku sambil lalu, dengan mata menerawang memikirkan mimpiku tadi.
Duuuh...takut juga ya :p
Aku pikir ini kiamat. Sempet terlintas di pikiranku, "Wah, akhirnya ketemu mami...papi."
Seneng sih. Tapi, saat itu yang terasa lebih banyak tegangnya dan takuuut.
"Honey...kamu ngigo ya?" tanya suamiku ketika aku terbangun. "Iya kali," jawabku sambil lalu, dengan mata menerawang memikirkan mimpiku tadi.
Duuuh...takut juga ya :p
Subscribe to:
Posts (Atom)
